Seribu Driver Online Kembali Turun Gelar Aksi Demo - Bersusun Berita

Breaking

Selasa, 11 September 2018

Seribu Driver Online Kembali Turun Gelar Aksi Demo

1000 Driver Online sepeda motor dan mobil dari Grab maupun Go-jek Kembali Turun Gelar Aksi Demo pada Senin (10/9/2018) dan Rabu (12/9/2018). 

Seribu Driver Online Kembali Turun Gelar Aksi Demo

Aksi pertama rencananya dihelat di kantor Grab yang berada di kawasan Kuningan, Dan selanjutnya akan dilakukan di kantor Go-Jek. 

Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen menyampaikan Aksi Demo kolaborasi driver Gojek dan Grab dilakukan menindaklanjuti pelanggaran yang telah dilakukan pihak aplikator yang disebut sebagai Gerakan Hantam Aplikator Nakal (Gerhana). 

"1000 Driver Online dari motor dan mobil Akan Berencana Turun Kembali Kejalan Pada (10/9/2018) yang akan menyerukan aspirasi Gerhana. Ini menjadi lanjutan dari demo kami sebelumnya Juli yang sampai saat ini belum juga digubris oleh pihak aplikator yang selalu sewenang-wenang," ujar pria yang akrab disapa Yansen saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (9/9/2018). 

Yansen kembali menjelaskan, selama ini banyak pelanggaran kemitraan yang dilakukan aplikator. 

Baik Grab dan Go-Jek kerap mengecap pengemudi daring nakal dan semena-mena menghukum tanpa mengetahui duduk perkaranya.

Misalkan, ketika pengemudi atau Driver Online membutuhkan istirahat dan menolak orderan, bahkan sampai ketika ganguan server atau pelanggaran yang dilakukan konsumen sendiri tetap pihak aplikator menyalahkan pihak driver-nya. 

Ternyata bukan hanya itu saja, pelanggaran lain yang dilakukan aplikator juga terkait tidak mengindahkan peraturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menghentikan perekrutan pengemudi, menentukan besaran tarif, dan menentukan besaran hasli pengemudi. 

Yansen menjelaskan, semua itu sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan 108 Tahun 2018. 

"Besok kami akan bergerak di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan. Lalu pada Rabu (12/9/2019) jumlah yang demo akan lebih banyak kami melibatkan seluruh komunitas pada waktu yang bersamaan," ucap Yansen. Sementara untuk tuntutan, mereka akan menyerukan lima aspirasi yang terdiri dari : 

1. Menagih janji aplikator, 
2. Menolak keras aplikator menjadi perusahaan transportasi, 
3. Menolak eksploitasi terhadap driver online, 
4. Menolak kartelisasi dan monopoli bisnis transportasi online, dan
5. Jikalau aplikator tak memenuhi tuntutan tersebut, mereka akan meminta kepada pemerintah supaya mengusir Grab dan Go-Jek dari Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar